RSS

About Rule Of True Game

Bisa dibilang ni Ffic entah dari mana asal idenya o.o soalnya tiba-tiba aja kepikiran buat bikin o.o. Hm... Mungkin ini bisa dibilang S4 Generasi 2 ^w^ 3 tahun setelah S4 generasi 1 dengan ketua Yuki Koizaki o.o

Masih banyak yang belum bisa dijelaskan pada chapter pertama ini, tetapi yang pasti Yuki adalah seorang laki-laki yang merupakan pengganti Senzai. Dilihat dari Ffic ni sepertinya ini bukan ffic persona melainkan ffic yang sejenis dengan Hack o.o tetapi akhir-akhirnya bakal jadi persona kok XD disini juga muncul toko aneh dengan banyak papan-papan yang sepertinya sumber kekuatan disini
owo dan pemiliknya adalah pria misterius bernama Ryou.

Baiklah, ini adalah gambar-gambar dari Character yang muncul di Chapter pertama ini XD :

Ryou :



Yuki :



Tapi kayaknya disini Yuki lagi terburu-buru nih o_o mau ngapain ya????

Rule of the True Game

Pernahkah kau mengikuti game yang mempertaruhkan semua yang ada dihadapanmu?
Keluargamu?
Temanmu?
Bahkan kehidupanmu?

Tsukioka
town, tempat yang terlihat damai tetapi menyimpan misteri. Tiga tahun yang lalu sekelompok anak menghentikan dan memecahkan kasus pembunuhan yang melanda kota itu. Mereka menghancurkan monster yang menyebabkan semua itu. Orang-orang mengira semuanya sudah selesai, tetapi bahaya lain mengancam kedamaian kota itu sekali lagi. Tetapi semua anak-anak itu sudah berpencar ke kehidupan mereka masing-masing, dan mungkinkan ada orang yang dapat mencegah kehancuran dunia yang waktu itu sudah dicegah oleh anak-anak itu?

Seseorang berlari dengan kencang ketika sore. Dia melewati sebuah jalan yang sepi didaerah bukit.
??? : dasar, gara-gara kegiatan S4, aku harus pulang sore seperti ini... Semoga saja ayah belum kembali ke kantornya...

Anak itu melihat ke sisi dari bukit itu dan menemukan jalan kecil yang menghubungkannya kebawah bukit.
??? : sepertinya aku tidak pernah melihat jalan ini... Tetapi mungkin aku bisa dengan cepat menuruni bukit ini dengan jalan pintas.

Anak itu langsung menuruni bukit dengan jalan kecil itu. Tibanya ditengah gang itu, dia melihat sebuah rumah kecil yang berada diantara persimpangan jalan itu. Disekitarnya tidak ada bangunan lain selain rumah itu.
??? : dimana ini... Jalan mana yang harus aku pilih ya... Mungkin aku bisa menanyakan pemilik rumah itu.

Dia memasuki rumah itu dan melihat sekitarnya. Hanya ada pemandangan gelap gulita.
??? : permisi, ada orang disini?
? : selamat datang...

Seseorang datang dengan pakaian jas lengkap dan berambut biru.
??? : eh?

Orang itu menepuk tanganya dan dalam sekejap ruangan itu menjadi terang. Ruangan itu terdapat rak-rak yang berisi kotak yang tersegel dengan rapi.
Ryou : selamat datang di toko kami... Namaku adalah Ryou, aku adalah penjaga toko ini...
Yuki : Yu-Yuki Koizaki...
Ryou : salam kenal Yuki-san.
Yuki : aku kemari karena...
Ryou : kalau kau menemukan jalan itu, berarti kau adalah orang terpilih.
Yuki : orang terpilih? Aku hanya ingin cepat-cepat mencari jalan keluar dari sini.
Ryou : hm... Mungkin disekitar sini...

Orang bernama Ryou itu tidak menghiraukan Yuki dan mencari sesuatu diantara rak-rak itu.
Ryou : ah mungkin ini... *membawa sebuah kotak*
Yuki : hei dengarkan aku!
Ryou : coba kau buka kotak ini...
Yuki : huh? *mengambil kotak itu dan membukanya*

BUM!

Tiba-tiba kotak itu meledak dan membuat asap yang tebal. Tentu saja Yuki terkejut dan terbatuk.
Yuki : *uhuk* apa-apaan ini?!
Ryou : bukan yang itu... *mencari kotak yang lainnya*
Yuki : hei?!

Ryou memberikan beberapa kotak tetapi hasilnya sama.
Yuki : hei, apa yang sebenarnya kau lakukan!?
Ryou : hm... kenapa tidak ada yang cocok sama sekali...?

Yuki berjalan kearah Ryou dan mengambil kotak yang ada dirak yang diberikan bingkai kaca.
Ryou : hei, apa yang kau lakukan dengan kotak itu?!
Yuki : setidaknya aku bisa memilihnya sendiri bukan?

Yuki melihat kotak kaca yang ada disana.
Yuki : kotak ini seperti terbuat dari kaca tetapi tidak terlihat apapun didalamnya...
Ryou : hei kembalikan kotak itu!
Yuki : tidak akan! *membuka kotak*

Tiba-tiba kotak itu bercahaya dan didalamnya ada sebuah permata berwarna putih.
Yuki : hm? apa ini?
Ryou : white jewel... Sudah lama tidak ada orang yang dapat membukanya...
Yuki : apa ini?
Ryou : itu adalah kunci sebagai seorang player...
Yuki : player?
Ryou : kalau kau bisa membuka kotak itu dan menemukan benda yang cocok denganmu, kau bisa menjadi seorang player.
Yuki : aku tidak mengerti...
Ryou : ini semacam game yang terdiri dari beberapa level. Bedanya adalah, suasana di game itu akan kau rasakan di dunia nyata. Atau bisa aku katakan kau memainkan game itu di dunia nyata.
Yuki : memang ada game seperti ini...?
Ryou : tentu saja ada, kalau kau ingin mengikutinya, kau bisa menandatangani kontrak ini... *memberikan map berisi kertas kontrak.
Yuki : apa ini?

Peraturan Real Game

Game ini hanya bisa dimainkan oleh orang-orang tertentu.
Dimainkan berkelompok dengan 1 orang ketua yang merupakan orang pertama yang memulai permainan.
Game terdiri dari beberapa level yang setiap levelnya akan diberikan hadiah jika menyelesaikannya.
Player harus memberikan taruhannya dan akan diberikan pilihan pada orang itu.
Kesulitan dalam game akan terus bertambah seiring dengan besarnya level yang ada.
Game akan dimulai dari player yang mencari kekuatan dari dalam dirinya dengan bantuan kristal yang ada didapatkannya.
seiring dengan level yang bertambah, maka kekuatan itu akan semakin besar.
Jika player sudah menamatkan game itu, akan mendapatkan hadiah yang tidak sebanding dengan hadiah yang didapatkan jika dia menaikkan level yang ada.

Jika player sudah menandatangani surat ini, maka dia akan bertangungjawab atas apapun yang terjadi pada saat game berlangsung dan secara resmi menjadi player.

Yuki hanya diam melihat perjanjian itu. Dia bahkan tidak mengetahui permainan apa ini.
Ryou : ini adalah permainan yang bisa mengubah kehidupanmu. Jadi kau harus berfikir matang untuk menandatanganinya.
Yuki : game apakah ini sebenarnya...?
Ryou : ketika kau menandatangani surat ini, white jewel ini akan bersinkronisasi dengan benda yang paling berharga bagimu dan akan menyadarkan kekuatan yang ada didalam dirimu. Terdiri dari beberapa level dengan tingkat kesulitan yang beragam sesuai dengan levelnya. Kau harus memasang taruhan sebelum memulai game itu dan itu harus, karena kalau tidak game tidak akan bisa dimulai. Dan jika kau sudah memenangkan setiap level, akan diberikan hadiah yang akan kau ketahui setelah kau menyelesaikan game itu. Ingat, ini bukan permainan biasa, dan ini akan mengubah hidupmu...

Ryou menatap Yuki dengan tatapan serius.
Yuki : aku... akan mengikutinya...

Yuki langsung menandatangani kontrak itu.
Ryou : ingat, aku sudah memperingatkannya... Kau bisa mati jika sembarangan dalam memilih ataupun menjalani game ini...
Yuki : sejak dulu aku tidak takut dengan kematian... Aku sudah melewati kematian sebanyak 2 kali...
Ryou : memang, dari matamu terpancar kesedihan yang ada. Baiklah, apakah kau mempunyai benda yang menurutmu penting bagimu?
Yuki : untuk apa?
Ryou : bukankah sudah dikatakan diperaturan itu kalau kau harus mengsinkronisasikan kristal itu dengan benda yang kau anggap penting...

Yuki hanya diam. Dia melepas kalung yang selalu dia bawa kemana-mana. Kalung berbentuk bintang yang terbuat dari perak.
Yuki : ini adalah benda yang sangat penting bagiku...
Ryou : baiklah...

Ryou memegang kalung itu dan menempelkannya pada white jewel. Tiba-tiba kalung itu bercahaya dan permata itu langsung menyatu dengan kalung itu.
Ryou : baiklah, sekarang kau sudah resmi menjadi seorang player. Dan kabar baiknya adalah kau orang pertama yang datang ketoko ini, dan kau bisa menjadi ketua didalam kelompokmu itu.
Yuki : tu-tunggu apa maksudmu?

Tiba-tiba Yuki merasa kepalanya berdengung dengan keras. Dan ketika sadar, dia sudah berada dijalan besar dibawah bukit.
Yuki : a, apa...?!

Yuki melihat kalung yang ia gunakan, dan permata itu menempel ditengah liontin itu.
Yuki : jadi... itu bukan mimpi...

Yuki melihat kearah belakang dan hanya ada bukit yang dipenuhi oleh pohon.
Yuki : tu-tunggu dulu! *melihat jam* Argh!!! Jam 5! Aku harus bergegas!

Yuki langsung berlari kearah rumahnya yang berada didepan rumah ala jepang yang sangat kental itu.

About The Protector (part 1)

The Protector (Part 1)

Hm... Ffic pertama yang muncul disini ternyata ini ya...
Yak Ffic KHR yang berjudul The Protector ini Ffic Pairing Yaoi yaitu...

*bunyi drum*

1827



Tapi, pas gw liat lagi... Ternyata gendernya Tragedy lagi XD *ditabok* Gw emang suka tragedy!

Oke back to the story :

The protector berceritakan tentang Tsuna yang pada saat bersama dengan Hibari disuatu tempat terlibat dalam kejadian aneh yang membuat Tsuna hampir membunuh Hibari. Dan tentu saja belum dijelaskan apa yang menjadi penyebabnya karena masih dalam tahap pembuatan. Sekarang kita bicara tentang perbedaan Guardian dengan Protector.

Kalau dikamus, Guardian sama Protector mungkin artinya akan sama yaitu pelindung atau penjaga. Tetapi disini, perbedaan Protector dan juga Guardian adalah :

protector tidak akan pernah menuruti orang yang dilindunginya. Apapun yang terjadi, walaupun yang melidunginya tidak menginginkan perlindungan, jika ada seseorang yang meminta protector untuk melindungi seseorang, dia akan melindunginya sampai mati. Dan disini, siapa yang menyuruh Hibari untuk menjadi Protector dari Tsuna? Akan dijelaskan di part yang akan datang. Yang pasti, sekarang ini sampai disini dulu ^^ Comment????

Opening Ceremony

Entah ini Blog yang keberapa *dan entah apakah ini akan menjadi seperti yang dulu2???

Yang pasti isi Blog ini cuman Ffic geje yang gw buat disaat iseng dan bosen :P

Selamat membaca!!!!!!!!!! :P

Protector (Part 1)

"Hibari-senpai... Bunuh aku, sekarang..."

Hibari berada disebuah tempat yang gelap bersama dengan seseorang.

Sawada Tsunayoshi...

Dia memegang sebuah pistol yang diarahkan menuju ke Hibari.

Entah apa yang terjadi disana hanya mereka berdua yang mengetahui keadaan yang sebenarnya.

"Baiklah..."

Hibari hanya tersenyum sambil mengangkat tonfanya.

"kalau memang itu yang kau inginkan, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri..."

Hibari langsung bergerak dengan cepat dan akan menyerang Senzai.

BANG!

.

.

.

Tsuna tersadarkan ketika itu.

Saat ini dia berada dimeja kerjanya yang penuh dengan tumpukan pekerjaan.

Sepertinya dia tertidur karena pekerjaannya yang menumpuk.

Tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu ruangan itu.

"a-ah Juudaime, maaf aku kira kau masih tertidur..."

Tsuna hanya tersenyum melihat kedua temannya yang masuk itu.

Gokudera Hayato dan Yamamoto Takeshi.

"tidak apa-apa, maaf aku tertidur... Padahal pekerjaanku masih banyak."

Gokudera hanya melihat kearah Tsuna.

"a-ah Juudaime, kalau kau ingin istirahat sebentar tidak apa-apa, kami akan membantumu untuk menyelesaikan tugasmu."

"tidak apa-apa, aku bisa menyelesaikannya sendiri..."

Tsuna hanya menggelengkan kepalanya.

"tetapi-"

"baiklah Tsuna, kalau memang kau membutuhkan bantuan kami akan ada diruangan sebelah!"

Yamamoto langsung menarik Gokudera keluar dari ruangan itu.

.

.

.

Tsuna merenggangkan tangannya ketika menyadari jam didepannya sudah menunjukkan pukul 7 malam.

"hah, tidak terasa aku sudah mengerjakan pekerjaan ini selama 5 jam tanpa istirahat..."

Tsuna berdiri dan melihat kearah beranda.

Seseorang berdiri didepan pintu utama.

Seseorang berambut hitam,

dia mengenalinya, tetapi tidak bisa mengingat siapa dia...

.

.

.

"apa yang kau lakukan disini!"

Gokudera langsung membentak seseorang ketika berada di ruangan utama.

seseorang yang dikenal oleh mereka semua.

Hibari Kyouya sang Cloud Guardian of Vongola.

"kau sudah meninggalkan Vongola dan sekarang kenapa kau kembali kemari?!"

"sudahlah Gokudera, ada apa kau kemari lagi Hibari?"

"dimana dia..."

Hibari hanya melihat kearah mereka semua dan mencari seseorang.

"aku tidak ingin bertemu dengan orang seperti kalian..."

"kau..."

"Gokudera-san, ada apa?"

Semua orang menoleh kearah Tsuna yang keluar dari ruang kerjanya dan mendengar keributan itu.

"lama tidak bertemu Tsuna..."

"kau..."

.

.

.

Tsuna hanya terkejut melihat orang itu.

"Juudaime, jangan kemari?!"

Gokudera berusaha untuk mencegah Tsuna yang akan menuju kesana.

"siapa... kau?"

Tsuna hanya melihat Hibari dengan tatapan seperti baru melihatnya.

Terbesit didalam fikirannya kenangan 1 tahun yang lalu.


.

.

.

"kenapa..."

Tsuna melihat darah yang ada ditangannya.

"kenapa semua ini terjadi..."

Melihat seseorang yang ada disana tergeletak tidak bergerak.

"kenapa aku menangis...?"

.

.

.

"kau ingin tahu kenapa dia tidak bisa mengingat dirimu?"

Ryouhei melihat kearah Hibari setelah Tsuna dibawa kembali keruangannya oleh Chrome.

"dia tidak hanya melupkan dirimu... Dia juga tidak bisa mengingat kami..."

Yamamoto melanjutkan perkataan Ryouhei.

"dengan kata lain, dia mengalami amnesia setelah kejadian 1 tahun yang lalu..."

Semuanya hanya terdiam ketika itu.

Hibari yang daritadi hanya diam, akhirnya berjalan menuju ke lantai dua.

"mau apa kau Hibari?!"

Gokudera melihat Hibari yang akan pergi menuju ke ruangan Tsuna.

"..."

Hibari hanya diam melihat mereka dengan tatapan tajam.

.

.

.

Tsuna berdiri diruangannya sambil menatap langit.

Dia masih merasa aneh dengan kedatangan Hibari yang bahkan tidak bisa diingatnya.

Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu ruangannya.

"masuk saja..."

Tsuna menoleh kearah orang yang masuk keruangannya tadi.

"kau..."

.

.

.

"aku tidak akan membiarkanmu menemui Juudaime!"

Gokudera berteriak kearah Hibari.

"kami sudah mengatakan pada Tsuna kalau Cloud Guardian Vongola telah mati... Semenjak kau meninggalkan Tsuna ditempat itu, kami sudah menganggapmu mati. Kalau sekarang kau mengatakannya..."

"kalau begitu, jangan katakan kalau aku adalah Cloud Guardian..."

Hibari langsung memotong pembicaraan Ryouhei.

"sejak awal, aku memang tidak menginginkan posisi ini... Tenang saja, mulai sekarang..."

Hibari melepaskan cincin Cloud guardian dari tangannya.

"Hibari Kyouya, sang Cloud Guardian dari Vongola sudah mati..."

Dia menjatuhkan cincin itu sampai berguling kearah mereka semua.

.

.

.

Tsuna melihat kearah Hibari yang datang ke ruangannya.

"siapa sebenarnya dirimu...? Aku seperti mengenalmu dulu..."

Hibari hanya melihat Tsuna dengan tatapan dingin.

"kau tidak pernah mengenalku, dan aku tidak pernah mengenalmu..."

Hibari melangkah mendekati Tsuna.

"apakah kau salah seorang dari Guardian Vongola...?"

"..."

Hibari menghentikan langkahnya tepat didepan meja Tsuna.

"aku bukanlah seorang guardian... Aku hanya seorang penjaga... Bukan penjaga dari Vongola, tetapi apapun yang akan terjadi, aku akan menjagamu..."

.

.

.